2025 Pengarang: Jasmine Walkman | walkman@healthierculinary.com. Terakhir diubah: 2025-01-23 10:24
Konsumsi makanan pedas memiliki banyak manfaat. Sebuah studi baru telah mengidentifikasi yang lain dari mereka. Ternyata makanan pedas memperpanjang umur.
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa penggemar panas adalah 14% lebih sedikit risiko penyakit pernapasan, masalah kardiovaskular dan kanker. Studi lain menunjukkan bagaimana penggemar makanan pedas hidup lebih lama daripada yang lain.
Para peneliti menganalisis kebiasaan makan 512.000 orang dari 10 wilayah berbeda di China, berusia 30 hingga 79 tahun. Mereka telah memantau kesehatan mereka selama lebih dari 7 tahun. Selama masa studi, 11.820 pria dan 8.404 wanita meninggal. Sebagian besar dari mereka tidak mengkonsumsi makanan pedas.
Penggemar pedas di Cina mengandalkan cabai segar atau kering. Capsaicin dan bahan bioaktif lainnya yang terkandung di dalamnya melawan obesitas. Selain itu, mereka memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-kanker dan merupakan antioksidan kuat.
Namun, para ilmuwan berhati-hati dalam kesimpulan mereka dan memperingatkan bahwa jumlah pedas yang berlebihan dapat memperburuk kualitas hidup. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan hubungan yang tepat antara bahan dalam makanan pedas dan penurunan angka kematian.

Studi lain yang dilakukan oleh ilmuwan Amerika menemukan hubungan antara umur panjang dan makanan pedas, yang mereka yakini tersembunyi di ambang rasa sakit pada manusia. Mereka sampai pada kesimpulan ini setelah melakukan tes dengan hewan pengerat yang dimodifikasi secara genetik. Mereka secara sistematis diberi makan makanan pedas. Namun, otak mereka tidak menerima sinyal rasa sakit, karena mereka sudah terbiasa dengan rasa yang dimaksud.
Penyebabnya ternyata adalah protein TRPV1, yang mengontrol sensasi rasa sakit. Pada hewan pengerat berpengalaman, itu benar-benar tidak ada, dan ini telah terbukti memperpanjang hidup sebanyak 14%. Selain itu, tikus menunjukkan kesehatan yang sangat baik. Risiko mereka terkena kanker jauh lebih kecil, dan ingatan mereka tidak memburuk seiring bertambahnya usia.
Direkomendasikan:
Itu Sebabnya Cabai Memperpanjang Umur

Untuk memperpanjang hidup seseorang, selama beberapa tahun perlu tidak hanya menghentikan kebiasaan buruk, tetapi juga makan sehat dan berolahraga secara aktif. Paprika pedas adalah buah dari semak tropis dari genus Capsicum (lihat lada), yang mengandung zat capsaicin.
Kubis, Brokoli, Dan Kembang Kol Memperpanjang Umur

Orang yang mengonsumsi kubis, brokoli, dan kembang kol dalam jumlah besar hidup lebih lama. Sayuran cruciferous kaya akan vitamin C dan mengandung sejumlah zat sehat lainnya. Ketiga sayuran ini memiliki keunggulan lain - mereka dapat menghilangkan kelebihan berat badan, karena mengandung fitonutrien khusus yang membantu membakar lemak perut.
Jeruk Merah Memperpanjang Umur

Vitamin C dan antioksidan kuat lainnya, yang ditemukan dalam jumlah besar dalam jeruk merah, secara efektif menonaktifkan radikal bebas, secara signifikan memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu membakar lemak. Dalam hal ini, mereka jauh lebih berharga daripada jeruk oranye biasa.
Ilmuwan: Protein Nabati Memperpanjang Umur

Makan tahu sebagai pengganti telur untuk sarapan atau kacang sebagai pengganti daging sapi cincang dalam kaleng cabai membantu Anda hidup lebih lama , klaim sebuah studi baru. Asupan protein harian Anda dari tumbuhan bukannya hewan mengurangi risiko kematian dini, para peneliti menemukan.
Apel Memperpanjang Umur Hingga 17 Tahun

Konsumsi apel secara teratur dapat memperpanjang umur manusia hingga 17 tahun. Jika Anda makan buah ini secara teratur, Anda dapat terlihat meremajakan. Penemuan unik ini dilakukan oleh ilmuwan Inggris dari Institute for Food Research di Norwich.